5 Tips slide presentasi yang baik dan menarik



Microsoft Power Point adalah suatu software (program) yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, profesional dan juga mudah. Microsoft Power Point akan membantu sebuah gagasan menjadi lebih menarik dan jelas tujuannya. Microsoft Power Point dapat terdiri dari teks, grafik, obyek gambar, clipart, movie, suara dan obyek yang dibuat dengan program lain. Program ini dapat dicetak di kertas berupa handout yang dibagikan ke audiens sebagai bahan pendukung presentasi.


Berdasarkan dari kata Power Point, power yang berati kekuatan dan point artinya poin-poin atau inti sari dari suatu bacaan. Nah banyak sekali ditemukan dalam power point yang pada slidenya terdapat banyak tulisan-tulisan hasil copy-paste dari mikrosoft word. Padahal hal tersebut sangat menyalahi dari kaidah power point yang hanya mengandalkan pada “the power of point”. 


Slide Presentasi PowerPoint dengan banyak tulisan umumnya tidak menarik untuk di tonton dan hal tersebut merupakan salah satu sebab para penonton tidak betah bahkan mengantuk melihat slide anda. Keberhasilan sebuah presentasi tidak hanya terletak pada kepiawaian sang pembicara. Tapi juga bergantung pada seberapa menariknya materi Presentasi PowerPoint yang dibawakan.


Nah berikut merupakan 5 Tips slide presentasi yang baik dan menarik
 

1.      Ganti bullet point dan kalimat dengan gambar dan kata kunci yang menarik.
gambar 1

gambar 2 

laporan praktikum II Mor Tum



PRAKTIKUM II
Topik                   : Daun majemuk dan bagian-bagiannya 
Tujuan                : Mengenal macam-macam bentuk daun majemuk dan bagian-bagiannya. 
Hari/Tanggal       : Sabtu/28 februari 2015
Tempat                : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

I.          ALAT DAN BAHAN
A.    Alat
1.      Baki
2.      Alat Tulis
B.     Bahan
1.      Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaertn.)
2.      Daun Kembang merak (Caesalpinia pucherrima Sw.)
3.      Daun Putri malu (Mimosa pudica L.)
4.      Daun Gamal (Gliricidia maculate L.)
5.      Daun Jeruk (Citrus sp)
6.      Daun Dadap ( Erythrine variegate)
7.      Daun Lamtoro (Leucaena glauca)
8.      Daun Tomat (Solomum lycopersicum)
9.      Daun Asam (Tamarindus indica L.)
10.  Daun Mawar (Rosa sp)

II.          CARA KERJA
1.      Mengamati dan menentukan tipe daun majemuk berdasarkan susunan anak daunnya: menyirip genap, menyirip ganjil, menyirip genap ganda 1, menyirip genap ganda 2, menyirip beranak daun, majemuk bangun kaki, majemuk campuran.
2.      Mengamati bagian-bagian daun majemuk: ibu tangkai daun (Petiolus communis), tangkai anak daun (Petiololus), anak daun (Foliolum).
3.      Mengamati alat-alat tambahan pada daun: daun penumpu dll.
4.      Menggambar hasil pengamatan.

III.            TEORI DASAR
Suatu daun yang pada tangkainya bercabang-cabang, dan pada tangkai ini baru terdapat helaian sehingga pada satu tangkai terdapat lebih dari satu helaian daun dinamakan daun majemuk. Pada daun majemuk dapat dibedakan menjadi ibu tangkai daun (petioles communis), tangkai anak daun (petiololus) dan anak daun (foliolum).
     Berdasarkan susunan anak daun pada ibu tangkainya, daun majemuk dapat dibedakan dalam empat golongan, yaitu:
A.    Daun majemuk menyirip (pinnatus)
     Daun majemuk menyirip adalah daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun sehingga tersusun seperti sirip pada ikan. Daun majemuk menyirip dapat dibedakan beberapa macam, yaitu:
1)   Daun majemuk menyirip beranak satu (unifoliatus)
2)   Daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus)
3)   Daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus)

B.     Daun majemuk menjari (palmatus)
     Daun majemuk menjari adalah daun majemuk yang semua anak daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan. Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan sebagai berikut:
1)   Beranak daun satu (bifoliolatus)
2)   Beranak daun tiga (trifoliolatus)
3)   Beranak daun lima (quinquefoliolatus)
4)   Beranak daun tujuh (septemfoliolatus)

C.    Daun majemuk bangun kaki (pedatus)
Daun ini memiliki susunan seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, melainkan pada tangkai anak daun yang ada di sampingnya.

D.    Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
     Daun majemuk campuran adalah suatu daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, tetapi pada cabang cabang ibu tangkai ini terdapat anak-anak daun yang tersusun menyirip. Jadi daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan menyirip.

IV.          HASIL PENGAMATAN
A.    Tabel hasil pengamatan
No.
Nama Tumbuhan
Tipe daun majemuk
1.
Ceiba petandra Gaertn.
Menjari beranak daun tujuh
2.
Caesalpinia pulcherrima Sw.
Menyirip genap ganda dua dengan sempurna
3.
Mimosa pudica L.
Campuran
4.
Gliricidia maculate L.
Menyirip gasal
5.
Citrus sp
Menyirip beranak daun satu
6.
Erythrine variegate
Menyirip beranak daun tiga
7.
Leucaena glauca
Menyirip genap ganda dua dengan sempurna
8.
Solanum lycopersicum
Menyirip berselang-seling
9.
Tamarindus indica L.
Menyirip genap
10.
Rosa sp
Menyirip gasal

B.     Gambar hasil pengamatan
1.      Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaertn.)
 2.  Daun Kembang merak (Caesalpinia pucherrima Sw.)
 
3. Daun Putri malu (Mimosa pudica L.)
 
4. Daun Gamal (Gliricidia maculate L.)
5. Daun Jeruk (Citrus sp)
6. Daun Dadap (Erythrine variegate)


 
7. Daun Lamtoro (Leucaena glauca)
8. Daun Tomat (Solomum lycopersicum)
9. Daun Asam (Tamarindus indica L.)
 10. Daun Mawar (Rosa sp)



V.            ANALISIS DATA

       1. Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaertn.)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Dilleniidae
Ordo                : Malvales
Familia            : Bombaceae
Genus              : Ceiba
Species            : Ceiba petandra Gaertn.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Dari hasil pencanderaan praktikum kali ini diketahui bahwa daun kapuk termasuk tipe daun majemuk menjari menurut susunan daun pada tangkainya, karena semua anak daunnya memencar pada ujung ibu tangkai seperti letak jari-jari pada tangan. Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun kapuk termasuk daun majemuk menjari beranak daun tujuh, karena jumlah anak daunnya ada tujuh. Letak tangkai anak daun (Petiololus) yang kemudian di ujungnya ada anak daun (folium) bergantian dan berkerumun pada ibu tangkai daun (potiolus communis). Jadi bisa dikatakan bentuk daun kapuk adalah majemuk menjari beranak daun tujuh.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), berdasarkan jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan seperti berikut, beranak daun tujuh (septemfoliolatus), jika ada tujuh anak daun pada ujung tangkainya, misalnya daun randu (Ceiba petandra Gaertn.).

          2. Daun Kembang merak (Caesalpinia pucherrima Sw.)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Fabales
Familia            : Caesalpiniaceae
Genus              : Caesalpinia
Species            : Caesalpinia pucherrima Sw.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Dari hasil pencanderaan praktikum kali ini diketahui bahwa daun kembang merak termasuk tipe daun majemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna. Menyirip karena anak daun tersusun seperti sirip pada kanan kiri ibu tangkainya menurut susunan daun pada tangkainya. Genap karena jumlah anak daun yang berpasang-pasangan di kiri kanan ibu tulang. Ganda dua karena anak daun duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai. Dan dengan sempurna karena tidak ada satu anak daun pun yang duduk pada ibu tangkai. Tangkai anak daunnya berbentuk bulat padat dan sepasang daun pada ujung tangkainya yang tidak menutup. Jadi bisa dikatakan bentuk daun kapuk adalah majemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), beberapa contoh daun menyirip ganda adalah daun majemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna, misalnya daun kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Sw.) dan daun lamtoro (Leucaena glauca Bl.).
Menurut http://anakdesmaupintar.blogspot.com/ (2011) dalam tulisannya yang berjudul Daun Tunggal dan Majemuk, pada daun kembang merak (Caesalpinia pulcherrima), ujung daunnya terbelah, tulang daun menyirip, tepi daun rata, tangkai anak daun berbentuk bulat padat, anak daun terdapat dikiri dan kanan dari ibu tangkai [d]aun, dan memiliki ibu tangkai daun. Daun kembang merak merupakan daun majemuk menyirip (pinnatus), yang dimana daun majemuk yang anak daunnya terdapat dikanan dan dikiri ibu tangkai daun.

          3. Daun Putri malu (Mimosa pudica L.)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Fabales
Familia            : Mimosaceae
Genus              : Mimosa
Species            : Mimosa pudica L.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Dari hasil pencanderaan praktikum kali ini diketahui bahwa tangkai anak daun putri malu berbentuk menyirip dan anak daunnya berjumlah genap, tidak ada satu anak daun yang duduk pada ibu tangkai dau. Namun daun putri malu ini tidak digolongkan tipe daun majemuk menyirip genap ganda dua yang sempurna, melainkan termasuk tipe daun majemuk campuran, karena mempunyai cabang-cabang ibu tangkai yang memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, namun cabang tersebut terdapat anak-anak daun yang tersusun menjari, letak kedua pasang cabang ibu tangkainya sedemikian dekat satu sama lain, seakan-akan terdapat empat cabang tangkai pada ujung ibu tangkai daunnya.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan menyirip, misalnya daun sikejut (Mimosa pudica L.).
Menurut http://anakdesmaupintar.blogspot.com/ (2011) dalam tulisannya yang berjudul Daun Tunggal dan Majemuk, Pada daun sikejut (Mimosa pudica), ujung daun membulat, tulang daun menyirip, tepi daun lurus atau rata, pangkal daun bulat telur, tangkai anak daun berbentuk bulat dilapisi oleh duri, anak daun terdapat dikiri dan kanan dari ibu tangkai daun, ibu tangkai daun bulat dan berduri.Daun sikejut merupakan daun menyirip.

            4. Daun Gamal (Gliricidia maculate L.)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Rosales
Familia            : Gliricidiacedae
Genus              : Gliricidia
Species            : Gliricidia maculate L.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Dari hasil pencanderaan praktikum kali ini diketahui bahwa letak tangkai anak daunnya berselang-seling satu sama lain, terdapat satu anak daun yang menutup ujung ibu tangkainya. Letak duduk anak daunnya menyirip, karena anak daunnya terdapat di kiri kanan ibu tangkai daun. Jadi bisa diketahui bahwa daun gamal merupakan daun majemuk menyirip gasal.
Menurut http://kumo12miharustories.blogspot.com (2011) dalam tulisannya yang berjudul Laporan Praktikum I Morfologi Tumbuhan, pada daun gamal anak daun yang paling ujung berbentuk agak melebar dan membesar. Anak-anak daunnya tersusun secara berselang-seling dengan jumlah yang ganjil dan anak daun tersebut tersusun secara menyirip. Karena ciri-ciri tersebut maka daun gamal termasuk ke dalam daun mejemuk menyirip gasal.

          5. Daun Jeruk (Citrus sp)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Familia            : Rutaceae
Genus              : Citrus
Species            : Citrus sp
(Sumber: Cronquist . 1981)
Daun jeruk mengalami persendian (articulation), pada satu tangkai anak daun terdapat dua anak daun yang biasanya satu lebih besar diujung dan satu lebih kecil melekat di tangkai anak daun. Tangkai anak daunnya sejajar dengan ibu tang kai daun. Oleh karena itu helaian daunnya tidak langsung terdapat pada ibu tangkai daun. Dari pencanderaan diatas diketahui daun jeruk merupakan daun majemuk menyirip beranak daun satu.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun majemuk menyirip dapat dibedakan dalam beberapa macam salah satunya daun majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolatus). Tanpa penyelidikan yang teliti daun ini tentu akan disebut sebagai daun tunggal, tetapi di sini tangkai daun memperlihatkan suatu persendian (articulatio), jadi helaian daun tidak langsung terdapat pada ibu tangkai. Sesungguhnya pada daun ini juga terdapat lebih daripada satu helaian daun, hanya saja yang lain-lainnya telah tereduksi, sehingga tinggal satu anak daun saja. Daun yang demikian ini biasanya kita dapati pada berbagai jenis pohon jeruk, a.l. jeruk besar (Citrus maxima Merr.) , jeruk nipis (Citrus aurantifolia Sw.), dll.



          6. Daun Dadap ( Erythrine variegate)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Rosales
Familia            : Leguminosae
Genus              : Erythrine
Species            : Erythrine variegate
(Sumber: Cronquist. 1981)
Anak daunnya ada tiga, terdapat anak daun di ujung ibu tangkai daun yang ukurannya lebih besar dari dua lainnya, duduk dua anak daunnya berpasangan satu sama di ibu tangkai daun, susunan anak daun pada ibu tangkai daunnya menyirip. Jadi diketahui bahwa daun dadap merupakan daun majemuk menyirip beranak daun tiga.
 Menurut http://kumo12miharustories.blogspot.com (2011) dalam tulisannya yang berjudul Laporan Praktikum I Morfologi Tumbuhan, Daun dadap selalu memiliki tiga anak daun, tata letaknya menyirip. Pada bagian ujung ibu tangkai daun terdapat satu anak daun yang mengalami pembesaran sehingga ukurannya lebih besar dari anak daun yang lain. Daun dadap termasuk ke dalam daun majemuk menyirip ganjil.
Perbedaan pencanderaan: menurut saya daun dadao merupakan daun majemuk menyirip beranak daun tiga. Bukan hanya daun majemuk menjari yang memiliki susunan beranak daun tiga, namun menyirip pun juga. Untuk membedakannya harus dilihat dengan teliti dengan seksama, jika semua bertemu pada satu titik (ujung ib tangkai), berarti menjari, namun pada daun dadap tidak, terdapat jarak antara anak daun yang terletak di ujung ibu tangkai dengan dua anak daun lainnya. Oleh karena itu daun dadap itu menjari beranak daun tiga bukannya menyirip gasal.

          7. Daun Lamtoro (Leucaena glauca)

Kingdom         :Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Fabales
Familia            : Mimosaceae
Genus              : Leucaena
Species            : Leucaena glauca
(Sumber: Anonim. 2011. http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com (online). Diakses 20 Maret)
Susunan anak daun di ibu tangkai daun lamtoro adalah menyirip, karena anak daunnya yang berada di kanan kiri ibu tangkai daun. Jumlah anak daunnya genap. Karena terjadi percabangan dua kali pada ibu tangkai daun yang merupakan tangkai anak daun makanya disebut genap ganda dua. Letak tangkai anak daunnya saling berhadap-hadapan satu sama lainnya.
Menurut http://kumo12miharustories.blogspot.com (2011) dalam tulisannya yang berjudul Laporan Praktikum I Morfologi Tumbuhan, Lamtoro merupakan jenis daun mejemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna, dikatakan menyirip karena tata letak anak tangkai daunnya menyirip sedangkan dikatakan ganda dua karena anak daunnya duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai dan dikatakan genap karena anak daun duduknya berpasangan dengan anak daun yang lain. Pada sepasang anak daun yang terdapat di ujung tangkai biasanya posisinya menutup.

          8. Daun Tomat (Solomum lycopersicum)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Solanales
Familia            : Solanaceae
Genus              : Solanum
Species            : Solonum lycopersicum
(Sumber: Cronquist. 1981)
Anak daunnya berjumlah gasal atau ganjil yaitu tujuh anak daun, yang satu anak daunnya terdapat di ujung ibu tangkai daun. Susunan anak daun di ibu tangkai daunnya adalah menyirip. Terdapat anak daun yang lebih kecil di kanan kiri ibu tangkai daun yang diapit oleh anak-anak daun yang ukurannya lebih besar pada atas dan bawahnya. Karenanya daun tomat digolongkan kedapam daun majemuk menyirip beselang-seling.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), menyirip berselang-seling (interrupte pinnatus), yaitu jika anak daun pada ibu tangkai berselang-seling pasangan anak daun yang lebar dengan pasangan anak daun yang sempit, misalnya pada anak daun tomat (Solanum lycopernnicum L.).
Menurut http://kumo12miharustories.blogspot.com (2011) dalam tulisannya yang berjudul Laporan Praktikum I Morfologi Tumbuhan, pada daun tomat yang sudah dewasa daun majemuknya akan sangat jelas terlihat, dan pada daun tomat anak-anak daunnya terletak berselang-seling, yaitu anak-anak daun pada ibu tangkai berselang seling pasangan anak daun yang lebar dengan pasangan anak daun yang sempit. Dan pada daun tomat juga terdapat pembesaran daun pada bagian ujung ibu tangkai daun.

          9. Daun Asam (Tamarindus indica L.)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Fabales
Familia            : Caesalpinaceae
Genus              : Tamarindus
Species            : Tamarindus indica L.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Anak daunnya berjumlah genap, yang pada ujung ibu tangkai daun tidak terdapat satu anak daun. Susunan anak daun pada ibu tangkai daun menyirip. Anak daunnya saling berhadap-hadapan atau berpasang-pasangan satu sama lainnya. Jadi dapat diketahui bahwa daun asam merupakan daun majemuk menyirip genap.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun majemuk menyirip genap a.l. terdapat pada pohon asam (Tamarindus indica L.) yang anak daunnya berpasang-pasangan, jadi jumlah anak daun benar genap.
Menurut http://kumo12miharustories.blogspot.com (2011) dalam tulisannya yang berjudul Laporan Praktikum I Morfologi Tumbuhan, struktur pada daun asam hampir sama dengan daun gamal namun pada daun gamal letak anak daunnya berselang-seling namun tidak berpasangan sehingga berjumlah ganjil sedangkan pada daun asam, anak-anak daunnya duduknya berhadap-hadapan, sehingga bejumlah genap. Pada sepasang anak daun yang terletak pada ujung tangkai letak duduknya menutup. Karena ciri inilah maka daun asam dapat dikatakan daun majemuk menyirip genap.

          10.  Daun Mawar (Rosa sp)

Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub classis       : Rosidae
Ordo                : Rosales
Familia            : Rosaceae
Genus              : Rosa
Species            : Rosa sp
(Sumber: Cronquist. 1981)
Daun mawar mempunyai anak daun 5, yang berletak satu di ujung tangkai daun. Susunan anak daun pada ibu tangkai daunnya adalah menyirip. Posisi duduk tangkai anak daun pada ibu tangkai daunnya saling berpasang-pasangan satu sama lainnya. Jadi dapat diketahui bahwa daun mawar termasuk daun majemuk menyirip gasal.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus), juga di sini yang menjadi pedoman ialah ada atau tidaknya satu anak daun yang menutup ujung ibu tangkainya. Ditinjau dari jumlah anak daunnya akan kita dapati bilangan yang benar-benar gasal jika anak daun berpasangan, sedang di ujung ibu tangkai terdapat anak daun yang tersendiri (biasanya anak daun ini lebih besar dari pada lainnya), seperti dapat dilihat pada daun pacar cina (Aglaia odorata Lour.) dan mawar (Rosa sp).
Menurut http://kumo12miharustories.blogspot.com (2011) dalam tulisannya yang berjudul Laporan Praktikum I Morfologi Tumbuhan, daun mawar memilki jumlah anak daun yang ganjil, letak duduk anak daunnya menyirip. Pada daun mawar anak daun yang terletak pada bagian ujung ibu tangkai daun mempunyai bentuk yang agak membesar dan anak-anak daunnya memiliki tepi yang bergerigikarena jumlah anak daunnya yang ganjil maka daun mawar dimasukkan ke dalam daun mejemuk menyirip gasal.

VI.          KESIMPULAN
1.      Bagian-bagian daun majemuk ada tiga, yaitu ibu tangkai daun (potiolus communis); tangkai anak daun (petiololus); dan anak daun (folium).
2.      Menurut susunan anak daun pada ibu tangkai daun, daun majemuk digolongkan menjadi daun majemuk menyirip, menjari, bangun kaki, dan campuran.
3.      Daun majemuk menyirip ada beberapa macam, yaitu menyirip beranak satu; menyirip genap; menyirip gasal; menyirip dengan anak daun yang berpasang-pasangan; menyirip berseling; menyirip berselang seling; menyirip ganda dua; menyirip ganda tiga; menyirip ganda empat; menyirip ganda dengan sempurna; menyirip ganda dengan tidak sempurna.
4.      Daun majemuk menjari ada beberapa macam diantaranya, beranak daun dua; beranak daun tiga; beranak daun lima; beranak daun tujuh.

VII.          DAFTAR PUSTAKA
      Amintarti,Sri.dkk. 2015. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: PMIPA FKIP UNLAM.
      Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta:Gajah Mada University Press.


Riza Sativani, dkk. 2011. Perkembangan Bunga Menjadi Buah Lamtoro. http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com (online). Diakses 7 Maret 2015.
Anonim. 2011. Daun Tunggal dan Majemuk. http://anakdesmaupintar.blogspot.com (online). Diakses 7 Maret 2015.
Anonim. 2011. Laporan Praktikum I Morfologi Tumbuhan. http://kumo12miharustories.blogspot.com (online). Diakses 7 Maret 2015.

 
Dewi Ayu Blog Design by Ipietoon